“ baikklah..saya sangat senang mbak berani mengakui keaslahn mbak..jikalau mbak mengulanginya lagy dirumah..maka air asin itu akan membuat mbak diare tanpa henti..makanya jangan diualngi mbak ya..disini aku dan mbak sekar berjanji tidak akan memberitau kan kepada siapa-siapa..” senyum sarah mentapku dan bunyai kecilku..
“ terimakasih mbak..lalu sekrang..keluarlah..dan jangan ceritakan apa yang terjadi di dalam kepada 2 orang temenmu ya mbak..dan minta tolong panggilkan mbak Fitri untuk segera masuk ke dalam..” ucap bijak bunyai kecilku..
Inilah fitri..tersangka terakhir..jikalau air yang dimnum fatiamh manis..dan air yang diminum sarah asin tapi mungkin bukan dya pencurinya..apakah mungkin Fitri pencurinya ?
Fitri membuka pintu dengan cepat..dan tatapn yang yakin dia duduk tepat di depan bunyaiku..
“ mbak fitri..maaf, bila saya menyinggung mbak..saya tanya ...apakah mbak yang mencuri uang kas itu ?” ningku dengan bijaknya
“ untuk apa saya mencurinya ning ...waktu saya ingin meminjam uang kas untuk kado itu jujur saya hanya bercanda “ jelas fitri tegas
“ baikklah mbak..saya yakin mbak itu orang jujur..iya kan mbak ? “
Fitri tersenyum meng iyakan
“ bukannya aku menuduh mbak..tapi jika mbak adalah orang yang jujur..minumlah air zam-zam yang berisi doa ini ..”ulang bunyaiku
Fitri meminum itu tanpa ragu sedkit pun..
“ apa rasa air zam-zam itu mbak ? jikalau air itu tersa manis..maka mbak bukanlah pencurinya..jika air itu tersa asin..maka mbak adalah pencurinya “
“Rasa—rasa- rasanya..asin ning...hikz..tapi saya yakin..dan bersumpah ning..bukan saya pencurinya.. “ fitri menjadi menangis terisak..aku segera mengahampirinya yang mencoba mengehntikan tangisannya..
“ lalu..bila tidak mencuri uang kas itu..berbti anda pernah mencuri sebelumnya ?”
Fitri terdiam..iya ning..saya akui saya pernah mencuri uang ayuk yang tergeletak di samping kasur saya..lalu diam-diam saya memasukkannya ke dalam tabungan saya..saya khilaf ning..saya khilaf...” fitri menangis lebih keras..
“ baikklah..saya sangat senang mbak berani mengakui keaslahn mbak..jikalau mbak mengulanginya lagy..maka air asin itu akan membuat mbak diare tanpa henti..makanya jangan diualngi mbak ya..disini aku dan mbak sekar berjanji tidak akan memberitau kan kepada siapa-siapa.. tapi mbak kembalikan sejumlah uang itu diam-diam jga di dlam lemarinya mbak ayuk..atau mbak kasihkan ke saya..nanti biar saya sampaikan ke mbak ayu..tanpa mbak ayuk tau siapa yang telah mencuri uangnya” ucap ningku..dan fitri langsung memeluk bunyai kecilku tanpa henti...
“ terimaksih ning..terimakasih...”
Fitri pergi dengan wajah suka cita..
Setelahnya..aku bertanya pada bunyai kecilku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar