Sabtu, 29 Januari 2011

part 6

“ jadi ning..dari air zam-zam berisi doanya ning tadi..ning sudah tau kan siapa yang mencurinya..maaf.ning..saya kurang pintar untuk menebaknya..karna semua yang menjawab air itu asin bukanlah pelaku sebnarnya dari pencurian uang kas itu ning..”
“ apa maksudnya air yang berisi doa-doa saya mbak ? “ bunyai kecilku itu tersenyum menatapku..
“ aku itu mbak..masih kecil..belum jadi khafidzah..aku jga gag tw doa apa yang bisa membuat pencuri ngaku kesalahnnya..”
            Aku tersentak..”jadi air itu asin dengan manisnya ????”
“ itu hanya tipu muslihat untuk orang yang tidak jujur..aku hanya memasukkan satu sendok garam pada segelas air zam-zam itu..jadi kesimpulannya..jika orang yang jujur..maka dia akan menjawab minuman asin itu dengan jawaban benar-benar asin..dan pasti dia kan jujur apakah dia yang mencuri uang kas itu...sedangkan......” bunyai kecilku sengaja tak meneruskan ucapannya..aku tau bunyai takut menyinggungku..
            “ aku tau siapa yang mencurinya bunyai..orang yang mencurinya adalah pembohong..yang mengatak air asin itu dengan jawaban air manis..dan ia melakukkannya itu dengan maksud menutupi kesaalahanyya..takut dituduh mencuri..maka ia berkata mnis pada minuman asin..dia berbohong= dia berbohong klo bukan dia pelakunya..padahal dialah pelakunya..” aku meneruskan maksud dar bunyai kecilku itu..
Bunyai dan aku tersenyum , menunggu hukuman dari pak yai untuk seseorang yang kuanggap lugu.lembut dan sopan itu..walau aku sangat menyesal....(*END*)

part 5

“ baikklah..saya sangat senang mbak berani mengakui keaslahn mbak..jikalau mbak mengulanginya lagy dirumah..maka air asin itu akan membuat mbak diare tanpa henti..makanya jangan diualngi mbak ya..disini aku dan mbak sekar berjanji tidak akan memberitau kan kepada siapa-siapa..” senyum sarah mentapku dan bunyai kecilku..
“ terimakasih mbak..lalu sekrang..keluarlah..dan jangan ceritakan apa yang terjadi di dalam kepada 2 orang temenmu ya mbak..dan minta tolong panggilkan mbak Fitri untuk segera masuk ke dalam..” ucap bijak bunyai kecilku..
Inilah fitri..tersangka terakhir..jikalau air yang dimnum fatiamh manis..dan air yang diminum sarah asin tapi mungkin bukan dya pencurinya..apakah mungkin Fitri pencurinya ?
Fitri membuka pintu dengan cepat..dan tatapn yang yakin dia duduk tepat di depan bunyaiku..
            “ mbak fitri..maaf, bila saya menyinggung mbak..saya tanya ...apakah mbak yang mencuri uang kas itu ?” ningku dengan bijaknya
“ untuk apa saya mencurinya ning ...waktu saya ingin meminjam uang kas untuk kado itu jujur saya hanya bercanda “ jelas fitri tegas
            “ baikklah mbak..saya yakin mbak itu orang jujur..iya kan mbak ? “
Fitri tersenyum meng iyakan
            “ bukannya aku menuduh mbak..tapi jika mbak adalah orang yang jujur..minumlah air zam-zam yang berisi doa ini ..”ulang bunyaiku
Fitri meminum itu tanpa ragu sedkit pun..
            “ apa rasa air zam-zam itu mbak ? jikalau air itu tersa manis..maka mbak bukanlah pencurinya..jika air itu tersa asin..maka mbak adalah  pencurinya “
            “Rasa—rasa- rasanya..asin ning...hikz..tapi saya yakin..dan bersumpah ning..bukan saya pencurinya.. “ fitri menjadi menangis terisak..aku segera mengahampirinya yang mencoba mengehntikan tangisannya..
“ lalu..bila tidak mencuri uang kas itu..berbti anda pernah mencuri sebelumnya ?”
            Fitri terdiam..iya ning..saya akui saya pernah mencuri uang ayuk yang tergeletak di samping kasur saya..lalu diam-diam saya memasukkannya ke dalam tabungan saya..saya khilaf ning..saya khilaf...” fitri menangis lebih keras..
 “ baikklah..saya sangat senang mbak berani mengakui keaslahn mbak..jikalau mbak mengulanginya lagy..maka air asin itu akan membuat mbak diare tanpa henti..makanya jangan diualngi mbak ya..disini aku dan mbak sekar berjanji tidak akan memberitau kan kepada siapa-siapa.. tapi mbak kembalikan sejumlah uang itu diam-diam jga di dlam lemarinya mbak ayuk..atau mbak kasihkan ke saya..nanti biar saya sampaikan ke mbak ayu..tanpa mbak ayuk tau siapa yang telah mencuri uangnya” ucap ningku..dan fitri langsung memeluk bunyai kecilku tanpa henti...
“ terimaksih ning..terimakasih...”
Fitri pergi dengan wajah suka cita..
Setelahnya..aku bertanya pada bunyai kecilku..

part 4

“ terimakasih mbak..lalu sekrang..keluarlah..dan jangan ceritakan apa yang terjadi di dalam kepada 2 orang temenmu ya mbak..ini rahasia..” tawa kecil bunyaiku..
Aku sedikit lega..aku sudah mengira bahwa fatimah bukannlah pencurinya..walau memang dia bisa dikatan sebagai pencuri dengan tuduhan mencari uang untuk biaya sekolanya..namun..fatimah adalah teman dekatku..yang lugu ,lembut dan sopan itu..                   .aku kira pencurinya adalah si sarah..yang  rasanya dia sangat membenciku karena dia kalah dalam pemilihan bendahara tahun ini yang jatuh memjadi tanggung jawabku..padahal akan bendahara memang sangat berat tanggungannya..tapiii.... lagy pula si Fatimah dan si Sarah kan jga dikamarnya.dan satu-satunya orang yang tidak sholad di kamarku adalah si Fitri...oh..iya..aku ingat..dia kan pernah berkata kalo dya ingin meminjam uang kas untuk tambahan kado untuk pacarnya..apalagy tadi dya memergoki aku menghitung uang kas yang aku sebelumnya aku tinggal ke mushollah...tapi..astaghfirullah..aku tidak boleh menujuduh orang sembarang..astaghfirullah..
            “ mbak Sarah masuklah..”
Kini gilaran sarah yang masuk kedlam ruang tamu..sarah sangat gugup memasuki ruangan yang gelap ini..dia duduk tanpa rasa tenang..  
                        “ mbak sarah..maaf, bila saya menyinggung mbak..saya tanya ...apakah mbak yang mencuri uang kas itu ?” ucap ningku sekali lagy
“ tidak ning..bukan saya yang mencurinya “ dengan sedkit berteriak sarah
            “ baikklah mbak..saya yakin mbak itu orang jujur..iya kan mbak ? “
 sarah mengangguk-angguk.
            “ bukannya aku menuduh mbak..tapi jika mbak adalah orang yang jujur..minumlah air zam-zam yang berisi doa ini ..”ucapnya
Sarah langsung meneguk setengah air zam zam itu..
            “ apa rasa air zam-zam itu mbak ? jikalau air itu tersa manis..maka mbak bukanlah pencurinya..jika air itu tersa asin..maka mbak adalah  pencurinya “
           
            “ tapi ning..saya bersumpah saya tidak mencurinya..meski saya sangat kesal dengan tingkah sok lembutnya sekar...tapi saya masih punya orang tua yang saya yakin mereka akan memberi saya cukup uang dari pada saya mencuri ning...” sarah yang mulai sedkit emosi
            “ jadi..air zam-zam itu asin ? “ ucap lembut ningku itu..
Sarah mengganguk pelan..
            “ lalu..bila tidak mencuri uang kas itu..berbti anda pernah mencuri sebelumnya ?”
Sekali lagy sarah mengangguk pelan ..
            “ kapan itu mbak ? dimana ? dan berapa ? “
“ dirumah ning..saat ibu saya pergy ke pasar..saya diam diam masuk ke kamar ibu saya dan mengambil dekitit uang ibu yang ada di dalam laci meja rias ibu ning..”

part 3

Semua kamar berkumpul di asal teriakan itu..dan tanpa ku ketahui jubah merahmuda polos itu menghampiriku dan membelai kerudungku..
            “ berapa jumlah uang kas itu ?”
Aku menatapnya ..ah..tidak..itu ningku..keringatku mendarah tak karuan..” semuanya 850 ribu ning “ jawabku gugup.
            “ ayo masuk ke ndalem. Lalu ceritakan semuanya ...”
Aku dipandu hanya oleh bunyai kecilku..menuju kamar kecil yang sederhana,itu,,,kmar ninku sendiri..dan aku menceritakan nya...
Setelah itu..bunyai kecilku memintaku untuk mengumpulkan semua santriwan untuk berkumpul di kantor pondok .
            “ bapak akan menghukum bagi orang yang mencurinya dengan hukuman yang pantas,dan takkan ada hukuman  bagi orang yang berani mengakui kesalahannya untuk mengaku.saya beri waktu hingga adzan isyak berkumandang..
Waktu sekitar 15 menit kembali untuk kedatangan waktu isya’....
Namun masih tak ada yang berani berbicara ..
Lalu putri si jubah merah muda itu berdiri dari duduk silanya...
            “ baiklah..sampai disini masih belum berani untuk mengakuinya...? maka saya akan melihat siapa pencurinya.mbak Fatimah . Sarah . dan Fitri ikuti saya menuju ruang tamu..”
Sampai diruang tamu...
            Aku duduk bersebelahan dengan nyai kecilku  duduk di ruang tamu..yang gelap..dan hanya ada aku.bunyai kecil dan segelas air ..
            “ mbak Fatimah..masuklah..”
 Pintu rapat itu terbuka halus.Temanku fatimah masuk dengan anggun dan sopan..menutup pintunya dan menguncinya sesuai perintah bunyai kecilku.duduk tepat di depan bunyai kecilku dan menunduk sopan.
            “ mbak fatimah..maaf, bila saya menyinggung mbak..saya tanya ...apakah mbak yang mencuri uang kas itu ?” ucap ningku sopan dan lembut
Fatimah dengan sedikit menangis menggeleng-geleng...
            “ baikklah mbak..saya yakin mbak itu orang jujur..iya kan mbak ? “
Teman ku itu hanya mengangguk pelan.
            “ bukannya aku menuduh mbak..tapi jika mbak adalah orang yang jujur..minumlah air zam-zam yang berisi doa ini ..”ucap bunyai kecilku..
Lalu dengan sedikit keraguan fatimah meneguk sedikit air zam-zam itu..
            “ apa rasa air zam-zam itu mbak ? jikalau air itu tersa manis..maka mbak bukanlah pencurinya..jika air itu tersa asin..maka mbak adalah  pencurinya “
Fatimah terdiam dan menjawab “ manis ning ...” dengan senyuman kelegaan yang tampak di mukanya...

part 2

Aku tak memperdulikan ucapan sarah..aku menuju kamar ku yang terletak persis samping kamar sarah dan fatimah.ketika aku akan mengambil mukenahku..aku melihat teman kamarku , fitri sedang sibuk menghitung uanganya..
“ fit..kmu gag sholad ? uangnya banyak sekali ...untuk apa fit ? hayooo...”
Aku sedikit menebak dan bercanda..
            “ ah kamu ini sekar...aku tidak sholad..dan uang ini untuk  membelikan kado untuk ....”
Fitri tak melanjutkan kata-katanya , wajahnya berubah kemerah-merahan..
“ hayooo..untuk siapa ?? “ tanyaku curiga dengan sedikit tertawa..
            “ eh sekar,,uanga kas yang belum kamu setorin ada berapa ratus , aku boleh pinjem gag buat nambahin uangku buat kadonya..hehehe “
“ kau ini fitri..jangan kau terlalu pentingkan mengado untuk pacarmu itu..dan kamu jga gag boleh pinjem uang kas..kecuali klo kmu izin ke yayasan..hehehe klo kmu berani sich..”
Aku melihat wajah fitri termanyun panjang..
Aku teringat tentang uang kas yang merupakan tanggung jawabku..aku menyimpannya dibelakang tumpukan baju’’ku dan terbungkus baju merah mudaku.dan ku periksa..alhamdulillah..uangnya masih untuh..aku segera menyimpannya kembali baik.
Firti tak sengaja melihatku..” belum kamu setorkan uang kas nya ke yayasan ?
            “ sebenarnya aku ingin menyetorkannya hari ini..karna kalo uang yang aku jaga semakin banyak..berarti tanggung jawabku semkin banyak jga kan..makanya..sebenarnya mau ku hari ini..tapi bunyai kan lagi pergi..adanya jga bunyai kecil..”
“ eh fitri..aku sholad jama’ah dulu ya..aku di utus bunyai kecilku ngimamin jama’ah nech..”
Fitri mengguk dan tersenyum.., aku segera tergopoh-gopoh menuju mushollah..

Seusai sholad..kami semua menuju kamar masing-masing..
Aku berjalan bersama-sama semua teman kamarku menuju kamar al-khotidjah , kamar kami. Aku memasuki kamarku yang sepi dan dikagetkan dengan tumpukan baju-bajuku yang berantakan.
“ masyaallah..ada apa ini ??? “ aku segera menuju lemariku.dan dengan cepat aku teringat..          * uang kas * aku segera memeriksanya..baju merah mudaku..astaghfirullah...uang itu HILANG !
Aku langsung tertunduk terjatuh dan menangis.
“ kenapa kar..? kenapa kamu menangis sekar..?? salah satu temanku menanyaiku was-was..
“ u-u-u ang...ka-ka-kas...hi-hi-hilaanggg...!!” sedak ku seiring berteriak..

part 1

N y a i   k e c i l k u. . . .
Adzan maghrib berkumandang di pondok Nurul Qur’an
Suasana fajar yang megah diselimuti adzan maghrib yang menggugah jiwa..dengan banyak teman-temanku mengakhiri bacaan ayat-ayat suci mereka.bersama-sama menata al-qur’an dan lekas menuju kamar untuk mengambil mukena dan bersiap-siap untuk sholat berjama’ah. Aku berjalan menuju kamarku..namun aku melihat sahabatku fatimah sedang duduk termenung,aku menghapirinya lekas “ mah..kamu knapa ? kmu nggak sholat ? “
            “ tidak sekar,,aku tidak sholad..,tapi aku takut saja untuk bersekolah esok “ ucap sahabta manisku itu sedkit terbata-bata..
“ lho memang kenapa mah ? ada tugas yang belum kamu selesaikan ?tanya ku iba
Namun fatimah hanya menggeleng-geleng..” ibuku belum punya cukup uang untuk mengirimkan ku biaya untuk sekolah..hampir 3 bulan aku belum mebayarnya..kemrin kepla sekolah sudah menyayaiku..aku takut sekar..”
            “ seandai aku bisa menolongmu fatimah..tapi aku jga belum punya uang cukup untuk meminjamimu..” kataku memegang erat tanagn halusnya..
“ oh yaaa ??? ku kira si bendahara pondok tercinta ini sering menguntit uang kas pondok ? iya kan ? “ terdengar suara sedikit menyentak itu dari belakang ku..masyaallah..itu sarah..sang wakil sekertaris di pondok..
            “ apa maksudnya sarah ? “
“halah..gag usah sok begok dech..pakek nada lembut jga..sok kalem lu..!!”sentaknya dengan mata yang suram menatapku.
                        Pintu terbuka lembut, sosok jubah merah muda itu tersenyum melihat kita bertiga.senuman yang lembut untuk seorang putri kiai..
            “ ya ning..ada apa ? koq repot-repot naik ke atas ? “ suara melengking sarah berubah terbalik menjadi lembut dan menyenangkan
            “ ehm..maaf mbak..bapak sama ibuk keluar..tadi ndawuh kalo sampean mbak sekar di minta jadi imam sholat jama’ah maghrib “ senyum kecil neng manis ku..
“ oh iya ning..iya..ini saya mau berangkat ke musholla “ jawabku tanggap.
Neng kecilku tersenyum dan mengganggukkan kepalanya dan pergi menuju musholla..
           
“ sono..! pergi sono..sholad yang lama..biar hapusin tuch semua dosa hasil pencurian lo..!!”