“ jadi ning..dari air zam-zam berisi doanya ning tadi..ning sudah tau kan siapa yang mencurinya..maaf.ning..saya kurang pintar untuk menebaknya..karna semua yang menjawab air itu asin bukanlah pelaku sebnarnya dari pencurian uang kas itu ning..”
“ apa maksudnya air yang berisi doa-doa saya mbak ? “ bunyai kecilku itu tersenyum menatapku..
“ aku itu mbak..masih kecil..belum jadi khafidzah..aku jga gag tw doa apa yang bisa membuat pencuri ngaku kesalahnnya..”
Aku tersentak..”jadi air itu asin dengan manisnya ????”
“ itu hanya tipu muslihat untuk orang yang tidak jujur..aku hanya memasukkan satu sendok garam pada segelas air zam-zam itu..jadi kesimpulannya..jika orang yang jujur..maka dia akan menjawab minuman asin itu dengan jawaban benar-benar asin..dan pasti dia kan jujur apakah dia yang mencuri uang kas itu...sedangkan......” bunyai kecilku sengaja tak meneruskan ucapannya..aku tau bunyai takut menyinggungku..
“ aku tau siapa yang mencurinya bunyai..orang yang mencurinya adalah pembohong..yang mengatak air asin itu dengan jawaban air manis..dan ia melakukkannya itu dengan maksud menutupi kesaalahanyya..takut dituduh mencuri..maka ia berkata mnis pada minuman asin..dia berbohong= dia berbohong klo bukan dia pelakunya..padahal dialah pelakunya..” aku meneruskan maksud dar bunyai kecilku itu..
Bunyai dan aku tersenyum , menunggu hukuman dari pak yai untuk seseorang yang kuanggap lugu.lembut dan sopan itu..walau aku sangat menyesal....(*END*)