Sabtu, 29 Januari 2011

part 4

“ terimakasih mbak..lalu sekrang..keluarlah..dan jangan ceritakan apa yang terjadi di dalam kepada 2 orang temenmu ya mbak..ini rahasia..” tawa kecil bunyaiku..
Aku sedikit lega..aku sudah mengira bahwa fatimah bukannlah pencurinya..walau memang dia bisa dikatan sebagai pencuri dengan tuduhan mencari uang untuk biaya sekolanya..namun..fatimah adalah teman dekatku..yang lugu ,lembut dan sopan itu..                   .aku kira pencurinya adalah si sarah..yang  rasanya dia sangat membenciku karena dia kalah dalam pemilihan bendahara tahun ini yang jatuh memjadi tanggung jawabku..padahal akan bendahara memang sangat berat tanggungannya..tapiii.... lagy pula si Fatimah dan si Sarah kan jga dikamarnya.dan satu-satunya orang yang tidak sholad di kamarku adalah si Fitri...oh..iya..aku ingat..dia kan pernah berkata kalo dya ingin meminjam uang kas untuk tambahan kado untuk pacarnya..apalagy tadi dya memergoki aku menghitung uang kas yang aku sebelumnya aku tinggal ke mushollah...tapi..astaghfirullah..aku tidak boleh menujuduh orang sembarang..astaghfirullah..
            “ mbak Sarah masuklah..”
Kini gilaran sarah yang masuk kedlam ruang tamu..sarah sangat gugup memasuki ruangan yang gelap ini..dia duduk tanpa rasa tenang..  
                        “ mbak sarah..maaf, bila saya menyinggung mbak..saya tanya ...apakah mbak yang mencuri uang kas itu ?” ucap ningku sekali lagy
“ tidak ning..bukan saya yang mencurinya “ dengan sedkit berteriak sarah
            “ baikklah mbak..saya yakin mbak itu orang jujur..iya kan mbak ? “
 sarah mengangguk-angguk.
            “ bukannya aku menuduh mbak..tapi jika mbak adalah orang yang jujur..minumlah air zam-zam yang berisi doa ini ..”ucapnya
Sarah langsung meneguk setengah air zam zam itu..
            “ apa rasa air zam-zam itu mbak ? jikalau air itu tersa manis..maka mbak bukanlah pencurinya..jika air itu tersa asin..maka mbak adalah  pencurinya “
           
            “ tapi ning..saya bersumpah saya tidak mencurinya..meski saya sangat kesal dengan tingkah sok lembutnya sekar...tapi saya masih punya orang tua yang saya yakin mereka akan memberi saya cukup uang dari pada saya mencuri ning...” sarah yang mulai sedkit emosi
            “ jadi..air zam-zam itu asin ? “ ucap lembut ningku itu..
Sarah mengganguk pelan..
            “ lalu..bila tidak mencuri uang kas itu..berbti anda pernah mencuri sebelumnya ?”
Sekali lagy sarah mengangguk pelan ..
            “ kapan itu mbak ? dimana ? dan berapa ? “
“ dirumah ning..saat ibu saya pergy ke pasar..saya diam diam masuk ke kamar ibu saya dan mengambil dekitit uang ibu yang ada di dalam laci meja rias ibu ning..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar