Sabtu, 29 Januari 2011

part 3

Semua kamar berkumpul di asal teriakan itu..dan tanpa ku ketahui jubah merahmuda polos itu menghampiriku dan membelai kerudungku..
            “ berapa jumlah uang kas itu ?”
Aku menatapnya ..ah..tidak..itu ningku..keringatku mendarah tak karuan..” semuanya 850 ribu ning “ jawabku gugup.
            “ ayo masuk ke ndalem. Lalu ceritakan semuanya ...”
Aku dipandu hanya oleh bunyai kecilku..menuju kamar kecil yang sederhana,itu,,,kmar ninku sendiri..dan aku menceritakan nya...
Setelah itu..bunyai kecilku memintaku untuk mengumpulkan semua santriwan untuk berkumpul di kantor pondok .
            “ bapak akan menghukum bagi orang yang mencurinya dengan hukuman yang pantas,dan takkan ada hukuman  bagi orang yang berani mengakui kesalahannya untuk mengaku.saya beri waktu hingga adzan isyak berkumandang..
Waktu sekitar 15 menit kembali untuk kedatangan waktu isya’....
Namun masih tak ada yang berani berbicara ..
Lalu putri si jubah merah muda itu berdiri dari duduk silanya...
            “ baiklah..sampai disini masih belum berani untuk mengakuinya...? maka saya akan melihat siapa pencurinya.mbak Fatimah . Sarah . dan Fitri ikuti saya menuju ruang tamu..”
Sampai diruang tamu...
            Aku duduk bersebelahan dengan nyai kecilku  duduk di ruang tamu..yang gelap..dan hanya ada aku.bunyai kecil dan segelas air ..
            “ mbak Fatimah..masuklah..”
 Pintu rapat itu terbuka halus.Temanku fatimah masuk dengan anggun dan sopan..menutup pintunya dan menguncinya sesuai perintah bunyai kecilku.duduk tepat di depan bunyai kecilku dan menunduk sopan.
            “ mbak fatimah..maaf, bila saya menyinggung mbak..saya tanya ...apakah mbak yang mencuri uang kas itu ?” ucap ningku sopan dan lembut
Fatimah dengan sedikit menangis menggeleng-geleng...
            “ baikklah mbak..saya yakin mbak itu orang jujur..iya kan mbak ? “
Teman ku itu hanya mengangguk pelan.
            “ bukannya aku menuduh mbak..tapi jika mbak adalah orang yang jujur..minumlah air zam-zam yang berisi doa ini ..”ucap bunyai kecilku..
Lalu dengan sedikit keraguan fatimah meneguk sedikit air zam-zam itu..
            “ apa rasa air zam-zam itu mbak ? jikalau air itu tersa manis..maka mbak bukanlah pencurinya..jika air itu tersa asin..maka mbak adalah  pencurinya “
Fatimah terdiam dan menjawab “ manis ning ...” dengan senyuman kelegaan yang tampak di mukanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar