Aku tak memperdulikan ucapan sarah..aku menuju kamar ku yang terletak persis samping kamar sarah dan fatimah.ketika aku akan mengambil mukenahku..aku melihat teman kamarku , fitri sedang sibuk menghitung uanganya..
“ fit..kmu gag sholad ? uangnya banyak sekali ...untuk apa fit ? hayooo...”
Aku sedikit menebak dan bercanda..
“ ah kamu ini sekar...aku tidak sholad..dan uang ini untuk membelikan kado untuk ....”
Fitri tak melanjutkan kata-katanya , wajahnya berubah kemerah-merahan..
“ hayooo..untuk siapa ?? “ tanyaku curiga dengan sedikit tertawa..
“ eh sekar,,uanga kas yang belum kamu setorin ada berapa ratus , aku boleh pinjem gag buat nambahin uangku buat kadonya..hehehe “
“ kau ini fitri..jangan kau terlalu pentingkan mengado untuk pacarmu itu..dan kamu jga gag boleh pinjem uang kas..kecuali klo kmu izin ke yayasan..hehehe klo kmu berani sich..”
Aku melihat wajah fitri termanyun panjang..
Aku teringat tentang uang kas yang merupakan tanggung jawabku..aku menyimpannya dibelakang tumpukan baju’’ku dan terbungkus baju merah mudaku.dan ku periksa..alhamdulillah..uangnya masih untuh..aku segera menyimpannya kembali baik.
Firti tak sengaja melihatku..” belum kamu setorkan uang kas nya ke yayasan ?
“ sebenarnya aku ingin menyetorkannya hari ini..karna kalo uang yang aku jaga semakin banyak..berarti tanggung jawabku semkin banyak jga kan..makanya..sebenarnya mau ku hari ini..tapi bunyai kan lagi pergi..adanya jga bunyai kecil..”
“ eh fitri..aku sholad jama’ah dulu ya..aku di utus bunyai kecilku ngimamin jama’ah nech..”
Fitri mengguk dan tersenyum.., aku segera tergopoh-gopoh menuju mushollah..
Seusai sholad..kami semua menuju kamar masing-masing..
Aku berjalan bersama-sama semua teman kamarku menuju kamar al-khotidjah , kamar kami. Aku memasuki kamarku yang sepi dan dikagetkan dengan tumpukan baju-bajuku yang berantakan.
“ masyaallah..ada apa ini ??? “ aku segera menuju lemariku.dan dengan cepat aku teringat.. * uang kas * aku segera memeriksanya..baju merah mudaku..astaghfirullah...uang itu HILANG !
Aku langsung tertunduk terjatuh dan menangis.
“ kenapa kar..? kenapa kamu menangis sekar..?? salah satu temanku menanyaiku was-was..
“ u-u-u ang...ka-ka-kas...hi-hi-hilaanggg...!!” sedak ku seiring berteriak..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar